Sabtu, 04 Agustus 2012

VOIP (Voice Over Internet Protocol)


Voice over Internet Protocol (juga disebut VoIP, IP Telephony, Internet telephony atau Digital Phone) adalah teknologi yang memungkinkan percakapan suara jarak jauh melalui media internet. Data suara diubah menjadi kode digital dan dialirkan melalui jaringan yang mengirimkan paket-paket data, dan bukan lewat sirkuit analog telepon biasa.

Voice over IP telah diimplementasikan dalam berbagai macam jalan menggunakan hak milik dan standar serta protokol terbuka. Contoh protokol jaringan yang digunakan untuk mengimplementasikan VoIP meliputi:


  • H.323
  • Media Gateway Control Protocol (MGCP)
  • Session Initiation Protocol (SIP)
  • Real-time Transport Protocol (RTP)
  • Session Description Protocol (SDP)
  • Inter-Asterisk eXchange (IAX)
Bentuk paling sederhana dalam sistem VoIP adalah dua buah komputer terhubung dengan internet. Syarat-syarat dasar untuk mengadakan koneksi VoIP adalah komputer yang terhubung ke internet, mempunyai kartu suara yang dihubungkan dengan speaker dan mikropon. Dengan dukungan perangkat lunak khusus, kedua pemakai komputer bisa saling terhubung dalam koneksi VoIP satu sama lain.

Bentuk hubungan tersebut bisa dalam bentuk pertukaran file, suara, gambar. Penekanan utama untuk dalam VoIP adalah hubungan keduanya dalam bentuk suara. Jika kedua lokasi terhubung dengan jarak yang cukup jauh (antar kota, antar negara) maka bisa dilihat keuntungan dari segi biaya. Kedua pihak hanya cukup membayar biaya pulsa internet saja, yang biasanya akan lebih murah daripada biaya pulsa telepon sambungan langsung jarak jauh (SLJJ) atau internasional (SLI).

Pada perkembangannya, sistem koneksi VoIP mengalami evolusi. Bentuk peralatan pun berkembang, tidak hanya berbentuk komputer yang saling berhubungan, tetapi peralatan lain seperti pesawat telepon biasa terhubung dengan jaringan VoIP. Jaringan data digital dengan gateway untuk VoIP memungkinkan berhubungan dengan PABX atau jaringan analog telepon biasa. Komunikasi antara komputer dengan pesawat (extension) di kantor adalah memungkinkan. Bentuk komunikasi bukan Cuma suara saja. Bisa berbentuk tulisan (chating) atau jika jaringannya cukup besar bisa dipakai untuk Video Conference. Dalam bentuk yang lebih lanjut komunikasi ini lebih dikenal dengan IP Telephony yang merupakan komunikasi bentuk multimedia sebagai kelanjutan bentuk komunkasi suara (VoIP). Keluwesan dari VoIP dalam bentuk jaringan, peralatan dan media komunikasinya membuat VoIP menjadi cepat popular di masyarakat umum.

Khusus untuk VoIP bentuk primitif dari jaringan adalah PC ke PC. Dengan memakai PC yang ada soundcardnya dan terhubung dengan jaringan maka sudah bisa dilakukan kegiatan VoIP. Perkembangan berikutnya adalah pengabungan jaringan PABX dengan jaringan VoIP. Disini dibutuhkan VoIP gateway. Gambarannya adalah lawan bicara menggunakan komputer untuk menghubungi sebuah office yang mempunyai VoIP gateway. Pengembangan lebih jauh dari konfigurasi ini berbentuk penggabungan PABX antara dua lokasi dengan menggunakan jaringan VoIP. Tidak terlalu dipedulin bentuk jaringan selama memakai protocol TCP/IP maka kedua lokasi bisa saling berhubungan. Yang paling komplek adalah bentuk jaringan yang menggunakan semua kemungkinan yang ada dengan berbagai macam bentuk jaringan yang tersedia. Dibutuhkan sedikit tambahan keahlian untuk bentuk jaringan yang komplek seperti itu.

Prinsip Kerja VOIP

Prinsip kerja VoIP adalah mengubah suara analog yang didapatkan dari speaker pada Komputer menjadi paket data digital, kemudian dari PC diteruskan melalui Hub/ Router/ ADSL Modem dikirimkan melalui jaringan internet dan akan diterima oleh tempat tujuan melalui media yang sama. Atau bisa juga melalui melalui media telepon diteruskan ke phone adapter yang disambungkan ke internet dan bisa diterima oleh telepon tujuan.

Untuk Pengiriman sebuah sinyal ke remote destination dapat dilakukan secara digital yaitu sebelum dikirim data yang berupa sinyal analog diubah ke bentuk data digital dengan ADC (Analog to Digital Converter), kemudian ditransmisikan, dan di penerima dipulihkan kembali menjadi data analog dengan DAC (Digital to Analog Converter). Begitu juga dengan VoIP, digitalisasi voice dalam bentuk packets data, dikirimkan dan di pulihkan kembali dalam bentuk voice di penerima. Format digital lebih mudah dikendalikan, dalam hal ini dapat dikompresi, dan dapat diubah ke format yang lebih baik dan data digital lebih tahan terhadap noise daripada analog.

Pengertian SIP (Session Initiation Protocol)

Di tahun 2005, Anton Raharja dan tim dari ICT Center Jakarta mulai mengembangkan VoIP jenis baru berbasis Session Initiation Protocol (SIP). Teknologi SIP merupakan teknologi pengganti H.323 yang sulit menembus proxy server. Di tahun 2006, infrastruktur VoIP SIP di kenal sebagai VoIP Rakyat.
Dunia internet tidak akan berhenti menghadirkan berbagai terobosan penting, pertautan konvergensi berbagai kemampuan suara, video, dan data menjadi sebuah kesatuan. Salah satu tren baru dalam jaringan internet adalah Session Initiation Protocol atau SIP, protokol sinyal jaringan berbagai Internet Protocol yang menyambung koneksi berdasarkan sesi.

Sebuah sesi bisa berbentuk percakapan telepon atau dalam skala yang lebih luas, seperti sesi konferensi multimedia yang menghadirkan tidak hanya suara, tetapi juga video.

Selama beberapa tahun ini komunitas VoIP mengadopsi SIP sebagai protokol untuk mendorong sinyal di jaringan internet. Sampai sekarang protokol SIP terus berkembang sebagai teknologi yang sudah matang, dan secara bersamaan mulai banyak produk teknologi yang tersedia di pasaran.

SIP merupakan suatu peer-to-peer signaling protokol, dikembangkan oleh Internet Engineering TaskForce (IETF), yang mengijinkan endpoint-nya untuk memulai dan mengakhiri session komunikasi. Protokol ini didefinisikan pada RFC2543 dan menyertakan elemen protokol lain yang dikembangkan IETF, mencakup Hypertext Transfer Protokol (HTTP) yang diuraikan pada RFC 2068, Simple Mail Transfer Protokol (SMTP) yang diuraikan pada RFC 2821, dan Session Description Protokol (SDP) yang diuraikan pada RFC 2327.

Arsitektur dari SIP terdiri dari dua komponen yaitu user agent dan servers. User agent merupakan endpoint dari sistem dan memuat dua sub sistem yaitu user agent client (UAC) yang membangkitkan requests, dan user agent server (UAS) yang merespon requests. SIP server adalah kesatuan fungsi logic, dimana tidak perlu memisahkan alat secara fisik. Fungsi dari empat server tersebut yaitu :
  1. Proxy Server : merupakan host jaringan yang berperan sebagai server yang meroutingkan request ke tujuan dan juga membuat kebijakan seperti meyakinkan bahwa pemakai tertentu diijinkan untuk melakukan panggilan. Proxy harus bertindak sebagai server dan client, dia harus mengarahkan SIP request pada user agent server, dan mengarahkan SIP response pada user agent client.
  2. Redirect Server : merupakan server logika yang mengarahkan suatu klien pada perangkat pengganti dari Uniform Resource Indicators(URIs) untuk menyelesaikan tugas request.
  3. Registrar Server: menerima dan memproses pesan pendaftaran yang mengijinkan lokasi dari suatu end point dapat diketahui keberadaannya.
  4. Location Server : menyediakan service untuk data base abstrak yang berfungsi mentranslasikan alamat dengan data atau keterangan yang ada pada domain jaringan.
Format Messages pada SIP didefinisikan dalam dua format :
  • Request, dikirim dari client ke server, yang berisi tentang operasi yang diminta oleh client tersebut.
  • Responses, dikirim dari server ke client, yang berisi informasi mengenai status dari apa yang diminta oleh client.

Prinsip Kerja SIP

Protokol SIP sebenarnya memiliki satu prinsip, yakni kesederhanaan. Artinya, mekanisme jaringan hanya dikembangkan dan digunakan sesuai dengan kebutuhan. Berbeda dengan protokol telekomunikasi lain, protokol SIP berkembang murni sebagai sebuah mekanisme untuk membangun sesi agar dua pengguna protokol ini bisa saling berhubungan tanpa perlu mengetahui lanjut rincian sesi ini.

Cara kerjanya sederhana, bisa digunakan siapa saja yang memahami mekanisme jaringan atau yang rajin mengikuti aturan-aturan protokol SIP melalui buku panduan. Eksekusi protokol SIP dilakukan melalui inisiasi untuk menghubungkan jaringan, melakukan terminasi serta memodifikasi sesi-sesi percakapan teleponi internet.

Kesederhanaan protokol SIP memungkinkan untuk berjalan di atas berbagai platform dan bekerja sebagai protokol yang meminta dan merespons yang sangat terkait dengan protokol internet lain, HTTP dan SMTP yang mengendalikan world wide web dan e-mail.

Ibarat keran air, protokol SIP bekerja dengan membuka keran, air mengalir melalui pipa, ditampung di ujung pipa, begitu penampung penuh, keran ditutup kembali. Karena kesederhanaannya, protokol SIP mampu berjalan di atas sistem jaringan wireless, termasuk sistem jaringan satelit, dengan kualitas suara yang prima setara GSM.

Karena sangat sederhana, berbagai sekolah kejuruan di Indonesia mengembangkan VoIP menggunakan protokol SIP ini, dan menjadi teknologi internet yang sangat pesat dan luas berkembang.

Kelebihan VOIP

  1. Penekanan utama dari VoIP adalah biaya. Dengan dua lokasi yang terhubung dengan internet maka biaya percakapan menjadi sangat rendah. Biaya lebih rendah untuk sambungan langsung jarak jauh.
  2. Memanfaatkan infrastruktur jaringan data yang sudah ada untuk suara. Berguna jika perusahaan sudah mempunyai jaringan. Jika memungkinkan jaringan yang ada bisa dibangun jaringan VoIP dengan mudah. Tidak diperlukan tambahan biaya bulanan untuk penambahan komunikasi suara.
  3. Penggunaan bandwidth yang lebih kecil dari pada telepon biasa. Dengan majunya teknologi penggunaan bandwidth untuk voice sekarang ini menjadi sangat kecil.
  4. Memungkinkan digabung dengan jaringan telepon lokal yang sudah ada. Dengan adanya gateway bentuk jaringan VoIP bisa disambungkan dengan PABX yang ada dikantor. Komunikasi antar kantor bisa menggunakan pesawat telepon biasa.
  5. Variasi penggunaan peralatan yang ada, misal dari PC sambung ke telepon biasa, IP phone handset.

Kelemahan

  1. Kualitas suara tidak sejernih telepon biasa. Merupakan efek dari kompresi suara dengan bandwidth kecil maka akan ada penurunan kualitas suara dibandingkan jaringan PSTN konvensional. Namun jika koneksi internet yang digunakan adalah koneksi pita-lebar/broadband, maka kualitas suara akan jernih dan tidak terputus-putus.
  2. Ada jeda dalam berkomunikasi. Proses perubahan data menjadi suara, jeda jaringan, membuat adanya jeda dalam komunikasi dengan menggunakan VoIP. Kecuali jika menggunakan koneksi broadband.
  3. Jika belum terhubung secara 24 jam ke internet perlu janji untuk saling berhubungan.
  4. Peralatan relatif mahal. Peralatan VoIP yang menghubungkan antara VoIP dengan PABX (IP telephony gateway) relatif berharga mahal. Diharapkan dengan makin populernya VoIP ini maka harga peralatan tersebut juga mulai turun harganya.
  5. Berpotensi menyebabkan jaringan terhambat/Stuck. Jika pemakaian VoIP semakin banyak, maka ada potensi jaringan data yang ada menjadi penuh jika tidak diatur dengan baik. Perlunya pengaturan bandwidth agar jaringan diperusahaan tidak menjadi penuh akibat pemakaian VoIP.
  6. Penggabungan jaringan tanpa dikoordinasi dengan baik akan menimbulkan kekacauan dalam sistem penomoran.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar