Senin, 23 Juli 2012

Requirement Engineering


Requirement tidak hanya ditulis oleh pembangun, tapi sebelumnya justru ditulis oleh klien yang memesan software. Klien menuliskan requirement dalam bentuk yang masih abstrak tentang kebutuhannya. Kemudian requirement tersebut diserahkan kepada tim pembangun. Saat sudah ada persetujuan pembangun pun kemudian menuliskan kemampuan sistem yang bisa dipahami oleh klien, inipun disebut requirement.

Definisi

Requirement adalah gambaran dari layanan (services) dan batasan bagi sistem yang akan dibangun. Atau requirement adalah pernyataan/gambaran pelayanan yang disediakan oleh sistem, batasan-batasan dari sistem dan bisa juga berupa definisi matematis fungsi-fungsi sistem. Requirement berfungsi ganda yaitu:
  • Menjadi dasar penawaran suatu kontrak --> harus terbuka untuk masukan
  • Menjadi dasar kontrak --> harus didefinisikan secara detil

Proses menemukan, menganalisis, mendokumentasikan dan pengujian layananlayanan dan batasan tersebut disebut Requirement Engineering.

Pengumpulan requirement

  1. Interviews : Memberi informasi yang terbaik,mahal
  2. Questionnaires: Bagus jika banyak orang terlibat dan tersebar, respon cenderung kurang baik
  3. Observation: Akurat jika dilakukan dengan baik, mahal
  4.  Searching :Informasi terbatas, cenderung tidak menampilkan hal-hal yang mungkin jadi masalah

Beberapa Macam Requirement

  1. User requirement (kebutuhan pengguna)
    • Pernyataan tentang layanan yang disediakan sistem dan tentang batasan-batasan operasionalnya. Pernyataan ini dapat dilengkapi dengan gambar/diagram yang dapat dimengerti dengan mudah
  2. System requirement (kebutuhan sistem)
    • Sekumpulan layanan/kemampuan sistem dan batasan-batasannya yang ditulis secara detil. System requirement document sering disebut functional specification (spesifikasi fungsional), harus menjelaskan dengan tepat dan detil. Ini bisa berlaku sebagai kontrak antara klien dan pembangun
  3. A software design specification (spesifikasi rancangan PL)
    • Gambaran abstrak dari rancangan software yang menjadi dasar bagi perancangan dan implementasi yang lebih detil.
Ketiga jenis requirement tersebut diperlukan dalam pembangunan software karena masing-masing memberi pengertian ke pihak yang berbeda kepentingan. Pembaca dari ketiga requirement tersebut bisa dijelaskan dengan gambar dibawah.
Masalah yang mungkin terjadi dalam pendefinisian requirement adalah:
  • Sulit mengantisipasi efek dari sistem baru terhadap organisasi.
  • Beda user, beda pula requirement dan prioritasnya – terpengaruh cara atau gaya kerja
  • End-user sistem, dan organisasi yang membiayai sistem berbeda requirement.
  • Prototype sering dibutuhkan untuk menjelaskan requirement.
  • Masalah perbedaan bahasa alami.
Software system requirement sering dibedakan dalam 2 katagori yaitu Functional requirement, Non Functional requirement dan domain requirement dengan masing-masing penjelasannya sebagai berikut:

1. Functional Requirement :


Merupakan penjelasan tentang layanan yang perlu disediakan oleh sistem, bagaimana sistem menerima dan mengolah masukan, dan bagaimana sistem mengatasi situasi-situasi tertentu. Selain itu kadang-kadang juga secara jelas menentukan apa yang tidak dikerjakan oleh sistem. Functional requirement menggambarkan system requirement secara detil seperti input, output dan pengecualian yang berlaku. Contoh dalam kasus peminjaman buku di perpustakaan:

  1. Pengguna bisa mencari semua informasi tentang buku atau bisa memilih salah satu dari informasi tentang buku.
  2. Semua peminjam memiliki pengenal yang unik.
  3. Sistem mampu catat transaksi peminjaman, pengembalian dan denda secara lengkap.
  4. Hari libur bisa di-set sejak awal, dan bisa menerima perubahan dengan otoritas khusus.
  5. Harus komplit ( kebutuhan layanan jelas dan lengkap) dan konsisten (tidak kontradiksi dengan yang didefinisikan).
Masalah yang mungkin terjadi dalam menyusun functional requirement adalah:
  1. Diintepretasikan/diartikan berbeda oleh user atau developer.
  2. Hasil intepretasi sering tidak menjawab kebutuhan klien.
  3. Untuk sistem yang besar, kelengkapan kebutuhan dan konsisten sulit dicapai karena kerumitan sistem.
  4. Perlu analisis yang dalam dan menyeluruh untuk mengurangi kesalahan.

2. Non-functional Requirement:


Secara umum berisi batasan-batasan pada pelayanan atau fungsi yang disediakan oleh sistem. Termasuk di dalamnya adalah batasan waktu, batasan proses pembangunan, standar-standar tertentu.


Karena berkaitan dengan kebutuhan sistem secara keseluruhan,maka kegagalan memenuhi kebutuhan jenis ini berakibat pada sistem secara keseluruhan. Contoh kebutuhan jenis ini adalah kecepatan akses, keamanan data, besarnya kapasitas penyimpanan yang diperlukan, privasi masing-masing profil /account, bahasa pemrograman yang digunakan, sistem operasi yang digunakan. Sesuai dengan gambar di atas, non functional requirement dibagi menjadi 3 tipe
yaitu:
  1. Product req. berkaitan dengan kehandalan, kecepatan, kemudahan digunakan, kapasitas memori yang dibutuhkan dan efisiensi sistem.
  2. Organisational req. berkaitan dengan standar, bahasa pemrograman dan metode rancangan yang digunakan.
  3. External req. berkaitan dengan masalah etika penggunaan, interoperabilitas dengan sistem lain, legalitas, dan privasi.

3. Domain requirement:

Berasal dari domain aplikasi sistem. Misalnya karena masalah hak cipta maka beberapa dokumen dalam perpustakaan tidak boleh diakses oleh orang lain yang tidak berhak.

User Requirement


Menggambarkan functional dan non-functional req yang dapat dipahami oleh pengguna (user) yang tidak memiliki latar belakang teknis yang cukup. User requirement menjelaskan perilaku luar dari sistem, tidak secara teknis, karena itu perlu menggunakan bahasa alami, atau bahasa yang sederhana.

Masalah dalam menyiapkan user requirement adalah:

  1. Bahasa alami kadang tidak cukup untuk menjelaskan, atau membuat dokumen jadi sulit dibaca.
  2. Jenis-jenis req, kadang jadi sulit dibedakan.
  3. Sering digabungkan menjadi satu kumpulan requirement saja.
Contoh penggunaan bahasa alami: pengguna perpustakaan dapat mencari informasi tentang pustaka melalui form pencarian dengan mengetikkan kata kunci yang merupakan kata kunci dari judul buku, nama pengarang atau nama penerbit. Untuk mengurangi kesalahpahaman ketika menulis user req. berikut ini beberapa petunjuk yang bisa diikuti:
  1. Buatlah format yang standar untuk penulisan. Format ini untuk mengurangi hal-hal yang tidak perlu dan mudah untuk diperiksa kembali.
  2. Menggunakan bahasa yang konsisten, istilah-istilah yang konsisten sehinga mudah dikuti.
  3. Gunakan style seperti cetak miring, cetak tebal untuk memberi kesan penting untuk beberapa istilah atau penjelasan.
  4. Hindari istilah-istilah teknis komputer yang tidak dimengerti oleh user. Jika terpaksa menggunakan, buatlah daftar istilah dan artinya sehingga mudah diikuti oleh user.

System Requirement

Merupakan deskripsi sistem yang lebih detil dari user requirement (jadi masih berisi functional dan non functional requirement). Requirement ini bisa berlaku sebagai kontrak pembangunan sistem dan isa terdiri dari macam model sistem seperti model object atau model data-flow. Sistem requirement menyatakan apa yang harus dikerjakan sistem, dan bukan bagaimana sistem diimplementasikan. Untuk itu bahasa yang lebih spesifik dan bersifat teknis dapat digunakan, seperti misalnya PDL (Program Description Language) seperti
contoh pada gambar diatas. PDL digunakan untuk menggambarkan kebutuhan secara operasional dan sifatnya sangat dekat dengan implementasi program. Gambar dibawah adalah contoh PDL menjelaskan salah satu fungsi ATM:


Dokumen kebutuhan (requirement document)


Dokumen kebutuhan merupakan pernyataan resmi dari apa yang dibutuhkan dari pembangun sistem, berisi definisi dan spesifikasi requirement dan bukan dokumen desain. Sebisa mungkin berupa kumpulan dari APA yang harus dikerjakan sistem, BUKAN BAGAIMANA sistem mengerjakannya. Pengguna dari dokumen kebutuhan adalah pihak-pihak yang dijelaskan pada gambar dibawah yang menjelaskan pihak pengguna dokumen dan kepentingannya dengan dokumen tersebut.



Dokumen kebutuhan sebaiknya memenuhi 6 hal berikut :

  1. Menjelaskan perilaku eksternal sistem
  2. Menjelaskan batasan pada implementasi
  3. Mudah diubah
  4. Sebagai alat referensi untuk pemelihara sistem
  5. Mencatat peringatan awal tentang siklus dari sistem
  6. Menjelaskan bagaimana sistem merespon hal-hal yang tidak biasa/normal

IEEE menyarankan standar struktur dari dokumen kebutuhan sebagai berikut :
1. introduction
  1.1 purpose of the requirement document
  1.2 scope of the product
  1.3 definitions, acronyms and abbreviations
  1.4 references
  1.5 overview of the remainder of the document
2. General description
  2.1 product perspective
  2.2 product functions
  2.3 user characteristics
  2.4 general constrains
  2.5 assumptions and depedencies
3. Specific requirement covering functional, non-functional and interface requirements. This is obviously the most substantial part of the document but because of the wide variability in organisationa practice, it is not appropriate to define standard structure for this section. The requirements may document external interfaces, describe syste functionality and performancce, specify logical database requirements, dsign constraints, emergent system properties and quality characteristics.
4. appendices
5. index
Sekalipun standar IEEE belumlah ideal tetapi telah memberikan masukan format dokumen yang cukup lengkap. Informasi yang dimasukkan ke dalam dokumen tergantung pada tipe software yang dibangun dan pendekatan yang digunakan untuk membangun software tersebut.
Struktur lain yang bisa digunakan adalah sebagai berikut :

  1. Preface
  2. Introduction
  3. Glossary
  4. User requirements definition
  5. System architecture
  6. System requirements specification
  7. System models
  8. System evolution
  9. Appendices
  10. Index
Kedua struktur sama baiknya dan salah satu dapat digunakan untuk menyusun dokumen kebutuhan.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar